Rabu, 03 Desember 2014

tulang rusuk ku

tulang rusuk ku

Duhai sayang ,
jangan kau siakan air matamu ,
Hanya untuk menangisi bila kupergi,

Andai kau tulang rusuk ku ,
tanpa kau paksa Datang pun ,
aku akan menyjemputmu ,
Bersama dengan kenangan masa lalu ,

Karena aku tercipta hanya untuk dirimu ,
TAK ADA YANG LAIN

fariz

Takdir

takdir

Seperti air yang jatuh dari langit ,
Begitulah curahan Rindu ,

Laksana terik mentari disiang hari ,
Itulah cemburu ,,,,

Tatkala melihatmu memadu kasih dengan yg lain
Tapi itulah takdirku,harus terima ketika
Di duakan rindu.

fariz.

Selasa, 27 Mei 2014

HARAPAN BAYANG

HARAPAN BAYANG

Ingin ku Terbang,
Namun aku tak punya Sayab,
Ingin ku daki Curam nya Tebing,
Jalan ku bebatuan yang Lembab,
Sedang kan Angin bertiub Kencang.

Bagai mana hendak ku Ukir awan,
Tangnku tergapai tak kesampaian,
Hanya di Celah Bukit Bebatuan,
Ku renung sebuah Harapan,
Melukiskan tentang Impian.

Mungkin aku hanya pecundang,
Menghitung Hari yang tak Pasti,
Bagai Pagi Menanti Bintang2,
Sedang Waktu yang tak pernah Peduli,
Dan Rembulan kini Berselimutkan Mendung

Fariz.

Aku

Aku

Bila engkau tlah terkesima,
oleh aksara yang kubawa.
Bukan kusedang tebar pesona,
atau menjajakan kata kata.

Sungguh...
Bukan penakluk hati wanita,
kuhanya gemar merangkai kata.
Layaknya para sang pujangga,
sang pengukir indahnya cinta.

Mungkin...
Karna ruh yang menjelma,
menitis dalam goresan tinta.
Sehingga buaiannya sungguh terasa,
saat kudawaikan nada nadanya.

Kutegaskan...
Tak lain kuhanya berpujangga,
melalui bait syair dan sajak.
Sekedar untuk melipurkan diri,
atas bergejolaknya lubuk hati.


fariz.

Sabtu, 17 Mei 2014

JANGAN

JANGAN

Jangan pisahkan penyair dari
derita cintanya
Nanti tak ada lagi tangisan yang
dibuatnya

Jangan pisahkan penyair dari
syairnya
Nanti dunia terasa hambar-hambar saja

Jangan pernah membuat
penyair kesal pada negaranya
Karena nanti negarapun dibuat susah olehnya.

salam siang sobat smua

fariz

Rindu kasih

Rindu kasih

Kau bintang harapan
Penerang jalan kehidupan
Kau bawa perubahan
untukku

Berikan sebutir kebahagiaanku
Kau tuntun langkah kakiku
Membimbingku dari jalan berliku
Tuk meraih masa depanku
Menggapai seberkas impianku

Senyumanku karena hadirmu
Menyapa dengan penuh kehangatanmu

Kaulah setetes embun kesejukan
Penawar jiwa dalam kerinduan

Fariz.

Selasa, 08 April 2014

Makanan politik

Makanan para politikus

RM Bundo Kanduang: "Telah di Buka Rumah Makan
KaPaU asli. Akan Launching tanggal 9 April
2014....Dengan Menu-Menu Istimewa :

1. Nasi Dendeng
Masiak (Nasdem)

2. Pangek Kalio Bilih (PKB )

3. Pargede
Kantang Sambalado (PKS)

4. Patin Digoreng Isi Patai
(PDIP)

5. Goreng Lele Kariang (Golkar)

6. Gulai Ebi
Rinuak Ikan Badaruak (Gerindra)

7. Dendeang Masiak
Opor Karambia Raso Ampas Tahu(Demokrat)

8. Pario
Asam Naneh (PAN)

9. Patin Palai Panggang (PPP)

10.
Hati Ayam Nasi Urap Randang (Hanura)

11. Palai Bada
Balado ( PBB )

12. Pario Kariang Panggang Iga (PKPI)

Tambuah Ciek di Bungkuih Sajo........Klw tidak satuju
ado MENU ALTERNATIF........
Gulai Opor Lado
Putiah........(GOLPUT)

Terserah anda mau menu mana?!!
Wkwkkwkwkw....

Salam indonesia

Selasa, 25 Maret 2014

SETAN PENSIUN

Setan pengen pensiun

Setan: "Ya tuhan, saya mau pensiun aja!"
Tuhan: "Kenapa kamu minta pensiun padahal kamu yang meminta untuk slalu menggoda manusia?"
Setan: "Amit amit sekarang kelakuan manusia udah melebihi setan, hamba kuatir justru hamba yang tergoda oleh manusia. Makanya hamba minta pensiun aja"

ini alasannya :

Manusia BERZINA, yang enak dia, yang disalahkan SETAN.
Manusia KORUPSI yang menikmati dia, katanya digoda SETAN.
Manusia SELINGKUH dia keenakan, katanya dipengaruhi SETAN.
Manusia ke DISKOTIK dan karaoke disana bernyanyi nyanyi, senggol sana sini, katanya disuruh SETAN.
Manusia yang BERJUDI, katanya ajakan SETAN. Padahal hamba nggak bisa gunain duit.
Manusia BERBOHONG karna pengaruh SETAN, padahal untung ruginya gak ada buat SETAN.
Manusia MAKAN SIANG hari dibulan ramadhan katanya SETAN, padahal temen temen SETAN pada dipenjara.
Setan: "pokoknya hamba pengen pensiun aja. Manusia bener bener kebangetan deh"

Selasa, 18 Februari 2014

DIALOK MANUSIA DAN MALAIKAT

Dialog Antara Manusia Dengan Malaikat
(Renungan)
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan
seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan
keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu
ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat
yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja
pertama dan berkata, “Ini adalah Seksi
Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang
ditujukan pada Tuhan diterima”.
Ilustrasi
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku
dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu
banyak malaikat yang memilah-milah seluruh
permohonan yang tertulis pada kertas dari
manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi
melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami
pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, “Ini
adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini
kemuliaan dan berkat yang diminta manusia
diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang
masih hidup yang memintanya”.
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja
itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras
karena ada begitu banyaknya permohonan yang
dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke
bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai
pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan
berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang
sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya
ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir
tidak melakukan apapun.
“Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata
Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu.
“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada
pekerjaan disini?”, tanyaku.
“Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas.
“Setelah manusia menerima berkat yang mereka
minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan
pernyataan terima kasih”.
“Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas
berkat Tuhan?”, tanyaku.
“Sederhana sekali, cukup berkata, ‘Terima kasih,
Tuhan’.”
“Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri”,
tanyaku.
Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai
makanan di lemari es, pakaian yang menutup
tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk
tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk
dunia ini.”
“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu,
dan uang-uang receh, maka engkau berada
diantara 8% kesejahteraan dunia.”
“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di
komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di
dunia yang memiliki kesempatan itu.”
Juga, “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih
banyak kesehatan daripada kesakitan, engkau lebih
diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini
yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.”
“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan
dalam perang, kesepian dalam penjara,
kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang
amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari
700 juta orang di dunia”.
“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada
dalam ikatan pernikahan, maka engkau termasuk
orang yang sangat jarang.”
“Jika engkau masih bisa mencintai, maka engkau
termasuk orang yang besar, karena cinta adalah
berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun.”
“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan
tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang
kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua
mereka yang berada dalam keraguan dan
keputusasaan.”
“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka
engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa
seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir
bahwa engkau orang yang sangat istimewa
baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari
pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan
tidak dapat membaca sama sekali”.
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang
telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika
engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua
teman-temanmu untuk mengingatkan mereka
betapa diberkatinya kita semua.
“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa,
‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku
akan menambahkan lebih banyak nikmat
kepadamu”.
Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima
Kasih.
“Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas
anugrah-Mu berupa kemampuan untuk
menerjemahkan dan membagi pesan ini dan
memberikan aku begitu banyak teman-teman yang
istimewa untuk saling berbagi.”
Bagaimana? Istimewa bukan? Jadi, sudahkah kita
bersyukur kepada-Nya hari ini? Dengan cara
apapun kita beribadah, Tuhan pasti tahu bahwa kita
selalu berterima kasih atas semua karunia yang
telah Dia berikan.

Fariz.

Hirau

Hirau Seperti Sisa Hujan kemaren sore, kau sudah terindu seawal henti Bagai nyanyian, alunmu telah terngiang selekas sunyi Walau hanya ...