Rabu, 22 Juni 2016

Pengabdian anak kepada ibu dan ayah

Nikmatnya mengabdi kepada ibu dan ayah.

Pesan dan sindiran " fariz pujanggaberdarah "
Menulis syair tentang bagaimana adap dan perilaku anak-anak zaman sekarang.

Dalam syair itu fariz juga menerang kan
Begitu banyak anak-anak berlagak sok kaya
Tanpa melihat setatus kehidupan nya,.
Bagaimana kedua orang tua mereka mencari rezki
Bagaimana susah mereka menghidupi anak-anak nya.

Klik disini : https://youtu.be/HJ6tLqG7-8k

Sebuah syair yg sudah dirangkap kedalam lagu,
Vidio sederhana namun isi dari syair nya begitu menyentuh.
Begitu menyinggung anak-anak zaman sekarang,
" marilah kita muliakan kedua orang tua kita, dgn pengabdian kita, membantu mereka yg bersusah payah mencari rezki untuk menafkahi kita sebagai anak-anak nya " 

Jangan selalu melongak keatas
Dan jangan meludah keatas
Karna akan menimpa muka mu sendiri.
Sadarlah kawulamuda negri seribusuluk,
Jadilah anak yg menjadi kebanggaan kedua orangtua mu,
Karna kepada mu lah harapan-harapan mereka selama ini mereka tanamkan.

Klik disini : https://youtu.be/HJ6tLqG7-8k

Jumat, 17 Juni 2016

Terlalu kenyang


Terlalu kenyang

Seseorang terlalu kenyang makan kesepiannya sendiri.
Berikan aku bibir,
Bukan secangkir kopi yang didinginkan takdir.

jerat nafsu memuja hampa,
denyut nadi menggetarkan rasa yang semakin mendekat namun tiada terlihat.

Aku hanya tergiur dengan kembang Tunasnya tak akan dapat dipetik
Seraya batangnya tak akah dipatahkan Kusemai selalu dalam lara
Di kala cahaya rembulan berbisik menerang.

Fariz.

Selasa, 07 Juni 2016

Lembaran kasih haru

Lembaran kasih haru

Dulu ketika semua terkunci dalam imaji yg teramat sepi.
aku bahkah terlalu miskin membuka dunia dari mataku sendiri.
Aku tak punya jalan dan warna.
sampai kumenemukannya sekelip mata,
sampai menjadi sebuah legenda segala cerita,mengukir jauh ke sanubari,
yahh..
hanya pada lembaran pertama saja semua adalah hitam
selanjutnya Tuhan bersamaku
dan aku kembali tersenyum bahkan bernyanyi.

Fariz

Hirau

Hirau Seperti Sisa Hujan kemaren sore, kau sudah terindu seawal henti Bagai nyanyian, alunmu telah terngiang selekas sunyi Walau hanya ...