Selasa, 27 Mei 2014

HARAPAN BAYANG

HARAPAN BAYANG

Ingin ku Terbang,
Namun aku tak punya Sayab,
Ingin ku daki Curam nya Tebing,
Jalan ku bebatuan yang Lembab,
Sedang kan Angin bertiub Kencang.

Bagai mana hendak ku Ukir awan,
Tangnku tergapai tak kesampaian,
Hanya di Celah Bukit Bebatuan,
Ku renung sebuah Harapan,
Melukiskan tentang Impian.

Mungkin aku hanya pecundang,
Menghitung Hari yang tak Pasti,
Bagai Pagi Menanti Bintang2,
Sedang Waktu yang tak pernah Peduli,
Dan Rembulan kini Berselimutkan Mendung

Fariz.

Aku

Aku

Bila engkau tlah terkesima,
oleh aksara yang kubawa.
Bukan kusedang tebar pesona,
atau menjajakan kata kata.

Sungguh...
Bukan penakluk hati wanita,
kuhanya gemar merangkai kata.
Layaknya para sang pujangga,
sang pengukir indahnya cinta.

Mungkin...
Karna ruh yang menjelma,
menitis dalam goresan tinta.
Sehingga buaiannya sungguh terasa,
saat kudawaikan nada nadanya.

Kutegaskan...
Tak lain kuhanya berpujangga,
melalui bait syair dan sajak.
Sekedar untuk melipurkan diri,
atas bergejolaknya lubuk hati.


fariz.

Sabtu, 17 Mei 2014

JANGAN

JANGAN

Jangan pisahkan penyair dari
derita cintanya
Nanti tak ada lagi tangisan yang
dibuatnya

Jangan pisahkan penyair dari
syairnya
Nanti dunia terasa hambar-hambar saja

Jangan pernah membuat
penyair kesal pada negaranya
Karena nanti negarapun dibuat susah olehnya.

salam siang sobat smua

fariz

Rindu kasih

Rindu kasih

Kau bintang harapan
Penerang jalan kehidupan
Kau bawa perubahan
untukku

Berikan sebutir kebahagiaanku
Kau tuntun langkah kakiku
Membimbingku dari jalan berliku
Tuk meraih masa depanku
Menggapai seberkas impianku

Senyumanku karena hadirmu
Menyapa dengan penuh kehangatanmu

Kaulah setetes embun kesejukan
Penawar jiwa dalam kerinduan

Fariz.

Hirau

Hirau Seperti Sisa Hujan kemaren sore, kau sudah terindu seawal henti Bagai nyanyian, alunmu telah terngiang selekas sunyi Walau hanya ...